Berau-Kaltim,Kompasnews.co.id- Hari senin (24/06/2024), seorang pasien mengeluhkan pelayanan kesehatan di POLIBUN milik PT. (NPN) di Berau, Kalimantan Timur.
Kepada media ini, pasien yang diketahui bernama Mursalin menceritakan insiden yang menyedihkan menimpa dirinya.
“Saya pergi berobat, sesampai di Polibun saya ambil nomor antri ke-13, sekian lama saya tunggu hampir 3 jam lebih saya tidak juga di panggil. Padahal, saya sudah mengigil dan munta”, tutur Mursalin
Lanjut ia ceritakan, tak kunjung di panggil sekian lama, Mursalin lansung menghampiri salah satu petugas pelayanan atas nama Bidan Hasna untuk minta tempat istirahat karena sudah tidak kuat lagi duduk di bangku antrian.
“Ketika saya meminta tempat rebahan ke petugas kesehatan, jawabannya tempat sudah penuh. Saya di biarkan diluar, karena saya merasa tambah menggil saya terpaksa pulang rumah”, terangnya
Merasa tidak puas dengan pelayanan dari Polibun, Mursalin, Pasien yang juga merupakan Mandor 1 di PT. NPN tersebut kembali ke Polibun dan terlibat adu mulut dengan petugas.
“Ya, setelah adu mulut dengan petugas baru di beri pelayan. Jujur saya secara pribadi merasa kesal dan dan tidak puas dengan pelayanan di Polibun NPN”, tambahnya.
Sementara itu, ketika pasien mengkonfirmasi ke dr. Danny Sumargo selaku dokter klinik PT. NPN meminta penjelasan soal emergency, menurutnya hanya pasien yang luka dan mengancam nyawa itu yang emergency.
“Kesal mendengar penjelasan dokter, saya bertanya kalau yang demam dan munta apakah itu tidak mengancam nyawa juga, spontan dokter menjawab tidak”, kisah Mursalin kepada media ini, Kamis 27/06/2024.













