Tumpah Ruah Ribuan Manusia Melihat Arak Arakan Dalam Rangka Sedekah Bumi Desa Grogolan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati

Daerah
Dilihat 191

Jateng – Dalam rangka Tradisi Bersih Desa, istilah Jawa ” Sedekah Bumi” ribuan manusia tumpah ruah di jalan – jalan untuk melihat arak- arakan Gunungan atau Ancak yang dibuat dari hasil bumi serta yang baru populer sekarang suara ,”Sound System,” yang bikin menggetarkan kaca jendela mengitari desa Grogolan kecamatan Dukuhseti kabupaten Pati Jawa Tengah pada hari ini Sabtu 24 Juni .

Tradisi Sedekah Bumi ini sudah diselenggarakan sejak nenek moyang kita, bisa dikatakan sudah turun temurun. Kami sebagai pewaris tinggal meneruskan budaya atau tradisi yang ditinggalkan oleh leluhur kami yaitu Sedekah Bumi , ungkap salah satu warga Lutfi Hakim desa Grogolan RT 09 / 03.

Makna dari Sedekah Bumi itu sendiri perlu kita uri – uri, karena itu merupakan budaya tradisional orang Jawa khususnya “Jawa Tengah ” harus kita lestarikan dan jangan sampai di klaim oleh negara lain, saya rasa negara – negara lain tidak mungkin ada budaya tersebut. Filosofi Sedekah Bumi itu sendiri bagi kami, Hasil yang ada di bumi antara lain polo wijo, Padi, jagung, pisang, ketela, sayur – sayuran, buah – buahan dan lain – lain itu nanti kita arak keliling kampung khusunya desa Grogolan kecamatan Dukuhseti mengingat acara tersebut di desa kami.

Lanjut Lutfi, setelah selesai kami arak keliling desa, nantinya kita sedekahkan hasil bumi itu pada para penonton yang melihat acara tersebut, tidak hanya orang desa Grogolan sendiri yang mendapatkan, tapi desa tetangga juga boleh berebut untuk mendapatkan hasil bumi yang kita arak nanti .

Usai acara arak – arakan kepala desa Grogolan Sayogo mengatakan “, dalam acara Bersih Desa atau Sedekah Bumi ini memang tradisi sejak nenek moyang dan perlu di lestarikan serta setiap tahunnya selalu diselenggarakan, kali ini memang sangat berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Untuk acara Sedekah Bumi saat ini kami mengadakan acara Arak – arakan hasil bumi antara lain padi, jagung , ketela, polo wijo, buah – buahan, sayur – sayuran dan lain – lain nantinya di bikin Gunungan atau istilah jawa “,Ancak,” kita arak keliling desa sebagai bentuk rasa Syukur pada Alloh yang telah memberikan limpahan hasil yang kita panen, tidak ketinggalan pula Sound System juga ikut andil bagian untuk memeriahkan dalam acara Sedekah Bumi tersebut.

Memang baru kali ini desa kami mengadakan arak – arakan sampai semeriah ini biasanya yang bikin Gunungan hanya beberapa Rukun Tetangga ( RT) saja, namun kali ini hampir menyeluruh di setiap RT bikin Gunungan bahkan ada yang mendatangkan Sound System dari luar yang mulai Populer saat ini Antusias dan sangat senang sekali warga kami mengadakan dalam kegiatan tersebut bahkan tetangga desa kami tumpah ruah berdatangan untuk melihat sampai membanjiri jalan yang mau dilalui arak – arakan tersebut, biasanya kalau acara Sedekah Bumi kami cuma mengadakan selametan atau Do’a di leluhur desa kami serta hiburan rakyat semisal tontonan seni Ketoprak, atau seni musik.

Tidak lupa kami juga bersyukur pada Alloh yang telah memberikan limpahan Rejeki apa yang kita tanam dari hasil bumi tersebut serta desa kami diberikan Alloh tanah yang subur sehingga menghasilkan apa yang kita tanam hasilnya melimpah ruah, harapan kami pada warga sini agar selalu ingat pada yang mahakuasa serta sujud sukur atas Rejeki yang kita dapatkan dari hasil bumi, mudah – mudahan desa kami desa yang “, Gemah Ripah Loh Jinawi “, ayem tentrem, murah pangan, murah sandang, Rejeki yang melimpah, kesehatan serta di jauhkan dari petaka atau ” Pagebluk ” tuturnya ( is )

You might also like