Ratusan Perahu Beriring iringan Menghantar Larung Sesaji Kepala Kerbau Sebagai Wujud Syukur

Daerah
Dilihat 331

Jateng – Ratusan perahu beriring iringan ikut menghantar ke tengah laut untuk memeriahkan larungan kepala kerbau sebagai rangkaian Pesta Lomban tahun 2023 di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Kegiatan larung kepala kerbau dimulai dari TPI Ujungbatu, pada Sabtu 29 April 2023.

Ratusan perahu nelayan ingin mencari berkah dari prosesi ini, Larungan kepala kerbau sebagai ritual wujud syukur atas berkah hasil laut.

Sebelum kepala kerbau dilarung ke tengah laut dibuka dengan tari Sernemi, Tari Sernemi sebuah tarian tradisional khas masyarakat nelayan setempat.

Selain busana, properti yang digunakan para penari pun identik ala pesisiran seperti kepis maupun dayung. Kemudian dilanjutkan prosesi larungan kepala kerbau ke laut.

Prosesi larungan kepala kerbau dimulai pukul 07.30 WIB ditandai dengan berangkatnya kapal pembawa kepala kerbau dari dermaga TPI Ujungbatu.

Kapal utama yang diisi Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta bersama dengan kepala kerbau yang akan dilarung diiringi lebih dari 200 perahu nelayan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, kepala kerbau yang sudah tertata rapi di dalam replika kapal kemudian dilarung ke tengah laut.

Kemudian para nelayan menceburkan diri ke laut untuk berebut sesaji dan mencari berkah.

“Alhamdulillah pelaksanaan larungan kepala kerbau berjalan lancar. Sedikitnya ada 200 perahu nelayan ikut mengawal pelarungan,” ungkap Edy.

Sesaat usai dilarung, ratusan perahu nelayan seketika merapat ke sekitar area pelarungan.

Para nelayan berlomba mendapatkan aneka perlengkapan adat dalam miniatur kapal.

Sebagian lain ada yang mengambil air dari sekitar lokasi untuk membasuh perahu mereka.

Edy Supriyanta menjelaskan sejarah tradisi larungan.

Konon ritual ini bermula dari kisah penyelamatan dua pejabat kadipaten Jepara yang berlayar ke Karimunjawa pada tahun 1855.

Saat itu, Perahu mereka terombang-ambing karena badai.

Beruntung, lanjut Edy, Ki Ronggo Mulyo dan Cik Lanang mengetahui peristiwa tersebut dan keduanya segera memberikan pertolongan.

Dari peristiwa itu kemudian diselenggarakan syukuran dengan melarung sesajen ke laut.

Larungan Sesaji tersebut kemudian menjadi sebuah acara tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat dengan nama Lomban.

“Mohon dipertahankan. Larunganini semoga menjadi tradisi yang lestari,” tuturnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Jepara, Sudiyatno, berharap para nelayan dianugerahi hasil laut yang melimpah, serta diberikan keselamatan saat beraktivitas di laut.( is)

You might also like