Penanganan Perkara Korupsi Di Kota Metro Minim, APH Diminta Telusuri Kembali Pengelolaan Anggaran 2023 Di Dinas PUTR Kota Metro

Daerah
Dilihat 309

Kota Metro, Kompasnews.co.id – Minimnya penanganan perkara dugaan korupsi di Kota Metro menjadi sebuah tanya akan kinerja Aparat Penegak Hukum (APH), Kepolisian dan Kejaksaan Negeri setempat. Hingga memasuki pertengahan Tahun 2024 belum terdapat perkara dugaan korupsi yang menonjol dan ditampilkan kepada publik. Dapat disimpulkan, rezim kepemimpinan Wahdi – Qomaru Zaman Kota Metro menjadi bersih dari persoalan korupsi.

Sementara itu menyoroti pengelolaan anggaran milik Dinas PUTR Kota Metro pada T.A 2023, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk kembali menelusuri penggunaan anggaran negara ditahun tersebut. Pasalnya, terdapat beberapa kegiatan yang diduga fiktif. Dari keterangan sumber yang diterima oleh Kompasnews.co.id, dicurigai adanya proyek senilai kurang lebih Rp. 3 Miliar yang terbagi menjadi beberapa kegiatan yang tidak keseluruhanya dikerjakan. Salah satu kegiatan tersebut yakni Rehabilitasi Gedung Kantor Dinas PUTR.

Sebelumnya, Sekertaris Dinas PUTR Herman Susilo menyebutkan anggaran rehabilitasi pada tahun 2023 di Dinas PUTR sebesar Rp.676 juta yang terealisasi menjadi beberapa kegiatan, diantaranya rehabilitasi gudang arsip, ruang kepala dinas, ruang bidang tata ruang, ruang sekertariat, pengecatan gedung, interior bidang Cipta Karya, Bina Marga.

” Anggaran itu kurang lebih 3 miliar yang dipecah pecah menjadi beberapa item kegiatan, dan itu ada beberapa yang tidak dilaksanakan, tidak ada pekerjaanya saat itu. Kalaupun benar ada dan itu terlaksana ditanggal berapa dan apakah itu masuk dianggaran murni atau anggaran perubahan? Kan nggak jelas semua itu ” Ujar sumber yang tidak disebutkan namanya.

Lebih lanjut juga disebutkan adanya pertemuan antara pihak dinas PUTR bersama salah seorang oknum APH disebuah lokasi yang ada di Bandar Lampung, dan diduga ada keterkaitan dengan persoalan anggaran yang dikelola pada tahun 2023 oleh Dinas PUTR.

” Sepertinya memang sudah direncanakan bersama dengan oknum tersebut untuk membagi jatah yang diduga hasil korupsi. Dan pertemuan itu sudah dua kali berlangsung di dua tempat berbeda yang ada di bandar lampung. Siapa yang terlihat saat itu ialah mantan kabid Bina Marga Nurmanto, juga bersama kadisnya Robi ” bebernya. ( Rio S)

You might also like