BENGKULU SELATAN
KOMPASNEWS.CO.ID
Selaku pemenang proyek rekonstruksi atau pelebaran jalan dan jembatan PT. SRIWJAYA PERKASA ABADI diduga belum melindungi pekerja dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sesuai standar.
Proyek tersebut berada di bawah pengawasan Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Bengkulu. Proyek yang kini sedang di kerjakan patut diduga sejak dimulainya pekerjaan hingga saat ini tidak melengkapi sejumlah pekerja dan pengamanan barang karena peralatan K3 yang seharusnya ada tidak tersedia.
Informasi yang dihimpun kompasnews.co.id di lokasi pekerjaan nampak jelas tidak ada alat pemadam kebakaran di lokasi kantor. bahkan diduga memang belum tersedia sejak awal dimulainya pekerjaan menurut pengakuan pekerja dilokasi.
“Alat pemadam kebakaran baru di pesan bos sekarang tapi kebetulan bos lagi diluar kota kita tunggu aja pimpinan ke sini,” aku salah satu pekerja di lokasi.
Pantauan Kompasnews.co.id di lapangan pada Sabtu siang (29/06/24) siang terlihat sejumlah peralatan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja tidak mengunakan peralatan yang sesuai standar K3 sesuai pedoman yang baku.

Ironisnya di lokasi juga terpampang tanda atau plang petunjuk teknis keselamatan kerja K3 terkesan hanya untuk mengelabui masyarakat Dan dibeberapa titik lokasi tumpukan material terkesan kurang perawatan serta tidak dibuatkan pelindung yang semestinya. Seperti Material besi yang digeletakan begitu saja tanpa pelidung yang semestinya agar material tersebut tidak rusak sebelum dipakai. mengingat pentingnya material tersebut untuk keselamatan pengguna nantinya. Dilain sisi dinding pengaman kantor dan material menggunakan barang bekas.
Sementara itu saat di konfirmasi karyawan yang ada dilokasi saudara Tri awalnya mengatakan silahkan mau tanya-tanya dan akan saya jawab semua. Tapi setelah diberi pertanyaan kelengkapan K3 Tri tidak bisa menjawab dan diam seribu bahasa dan melanjutkan dengan mengatakan kami hanya berkerja dan untuk penjelasan silahkan hubung pimpinan kami. Ketika diminta nomor pimpinan saudara TRI yang mengaku Sebagai Kepala dilapangan harus meminta ijin dan pada akhirnya beliau tidak dapat memberikannya.
“Kalau untuk lebih jelasnya silahkan tanya pimpinan kami dan saya tidak berani menjelaskan, saya kerja disini” Ujar TRI menutup pembicaraan.
Sangat disayangkan ketika awak media inggin meminta konfirmasi lebih lanjut PT. SRIWIJAYA PERKASA ABADI dan karyawan terkesan menutup diri dari media.
Ada apa?
(Tanto JKD)












